logo blog

Hukum Hadlanah (hak mengasuh anak)

Jika suami menthalaq istrinya dan dia sudah mempunyai anak dari istri itu maka hak mengasuh anak tersebut ada pada istri, dia yang lebih berhak untuk mengasuh anak.
Sehingga si anak sampai ke batas tamyiz(bisa makan sendiri), biasanya berumur 7(tujuh) tahun, dan nafkah selama itu adalah menjadi tanggung jawab suami, setelah itu dapat ditanyakan ingin tinggal bersama ayahnya atau tinggal bersama ibunya. 

Perlu diketahui juga tentang tata cara memberi nafkah kepada sitri
Hukum Hadlanah (hak mengasuh anak)
Dan jika keduanya(ayah dan ibunya) sudah meninggal, maka yang berhak mengasuh anak tersebut adalah orang-orang dibawah ini secara berurutan :
  1. Ibu kandungnya
  2. Nenek dari ibunya
  3. Ayahnya
  4. Nenek dari ayahnya
  5. Saudaranya yang perempuan lebih berhak dari laki-laki dan yang kandung lebih berhak dari pada yang tiri
  6. Bibi dari ibunya
  7. Anak perempuan dari saudaranya
  8. Bibi dari ayahnya
  9. Anak bibi
Syarat-syarat merawat anak
  1. Berakal
  2. Beragama Islam
  3. Bukan wanita fasiq
  4. Istri itu tidak kawin lagi, jika kawin lagi, maka hak asuh anak berpindah kepada ayahnya.
Perkara-perkara yang sunnah dilakukan kepada bayi
  1. mengumandangkan Adzan ditelinga kanan dan Istiqomah ditelinga kirinya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah.
  2. Tahnik, mengunyah buah kurma yang dimasukkan kedalam mulut bayi
  3. membaca surat Al Ikhlas di telinga kanan dan juga membaca surat Al Qadardi telinganya yang sebelah kiri.
  4. Aqiqah, menyembelih kambing
  5. Memberikan nama yang baik bagi bayinya
  6. mencukur rambut bayinya.
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger