logo blog

Hukum Iddah

Yang dimaksud dengan Iddah dalam arti syar'i adalah masa menunggu bagi wanita untuk mengetahui akan bersihnya rahim dari air sprema suaminya, dengan beberapa kali suci atau dengan melahirkan. 
Hukum Iddah

Penting diketahui juga hukum-hukum yang berhubungan dengan wanita muslimah

Hukum Iddah itu bermacam-macam seperti uraian dibawah ini.
  1. Hukum Iddah Istri Hamil, iddahnya wanita hamil, baik yang ditinggal mati suaminya atau tidak adalah dengan melahirkan anak yang dikandungnya, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya :, "Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu adalah sampai mereka melahirkan kandungannya". (Q.S. Ath Thalaq: 4). Iddahnya selesai dengan melahirkan, walaupun anak yang dilahirkan mati, jika memenuhi dua syarat ini :  * Jika dia telah melahirkan anaknya dengan sempurna, lain halnya jika dia melahirkan anak kembar, maka tidak selesai iddahnya dengan lahirnya anak pertama, tetapi akan selesai dengan kelahiran anak kedua, dengan syarat-syarat anak kedua lahir sebelum enam bulan dari kelahiran anak pertama.   * Anak yang dikandung sang istri adalah anak hasil hubungannya dengan suaminya, akan tetapi jika anak yang dikandungnya adalah hasil zina atau hamil dari hubungan syubhat(seseorang menyangka bahwa itu istrinya), maka masa iddahnya dihitung setelah selesai melahirkan.
  2. Hukum Iddah Istri Keguguran, iddahnya wanita yang keguguran adalah sebagai berikut : * Jika dia keguguran berupa segumpal darah yang beku, maka tidak selesai iddahnya dengan keguguran itu. Dan jika dia keguguran berupa segumpal daging, maka hukumnya sebagai berikut : #  Jika empat bidan mengatakan telah ada pada daging tersebut awal dari bentuk manusia, seperti ada tangannya dan lain sebagainya(sudah mulai terbentuk), maka selesai iddahnya dengan keguguran itu, tetapi kalau tidak ada tanda-tanda itu maka belumselesai iddahnya.
  3. Hukum Iddah Istri yang Mengalami Haid, Jika dia ditinggal mati suaminya maka iddahnya adalah 4(empat) bulan 10(sepuluh) hari, sebagaimana firman AllahSWT, yang artinya, "Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaknya para istri itu) menangguhkan dirinya(beriddah) empat bulan sepuluh hari". (Q.S. Al Baqarah: 23).  Dan jika dia tidak ditinggal mati oleh suaminya, maka iddahnya adalah 3(tiga) kali suci dari haid. Jika dia dithalaq dalam keadaan suci, maka selesai iddahnya ketika mulai haid yang ketiga. Dan jika waktu dithalaq dia sedang haid, maka dia harus menunggu tiga kali suci dari haidnya, berarti akan selesai iddahnya ketika mulai haid yang keempat, sesuai dengan firman Allah SWT, yang artinya : "Wanita-wanita yang dithalaq hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali Quru'(suci atau haid)". (Q.S. Al Baqarah: 228)
  4. Hukum Iddah Istri yang Tidak Mengalami Haid, yang dimaksud dengan wanita yang tidak mengalami haid disini adalah wanita yang belum pernah sama sekali mengalami haid. adapun iddahnya adalah sebagai berikut : *  Jika ditinggal mati suaminya, maka iddahnyaadalah empat bulan sepuluh hari, dan jika ditinggal mati oleh suaminya maka iddahnya tiga bulan qamariayah (dengan hitungan bulan Hijriyah).  *  Jika wanita yang tidak mengalami haid menjalankan iddahnya dengan hitungan tiga bulan, lalau tiba-tiba dua mengalami haid sebelum masa iddahnya berakhir, maka dia pindah dari iddahnya ke iddah wanita yang mengalami haid, jadi dia harus menunggu tiga kali suci dari haidnya dan yang lalu tidak dianggap sebagai dari masa iddahnya. * Begitu ula bila eorang istri menjalankan iddah raj'iyah tiba-tiba suaminya meninggal sebelum masa iddahnya maka dia berpindah dari iddahnya ke iddah istri yang ditinggal mati suaminya, yaitu empat bulan sepuluh hari.
  5. Hukum Iddah Istri yang Belum Disetubuhi, Jika karena ditinggal mati suaminya, maka iddahnya seperti lainnya yaitu empat bulan sepuluh hari, dan jika tidak ditinggal mati suaminya, maka dia tidak mempunyai masa iddah, boleh baginya langsung kawin setelah thalaq itu, sesuai dengan firman Allah SWT, yang artinya : "Kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-kali tidak wajib atas mereka iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya". (Q.S. Al Ahzab: 49)
Hal-hal yang Wajib atas Suami terhadap Istri semasa Iddah
Kadang istri menjalankan iddah raj'iyah datu iddah karena ditinggal mati suami dan kadang pula iddah mabtutah(yang dithalaq bain)
  1. Mu'tadah Raj'iyah, maksudnya adalah istri yang telah dithalaq yang boleh bagi suaminya untuk ruju', maka wajib atas suaminya untuk wanita ini, seperti memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal serta alat-alat kecantikan.
  2. Mu'tadah yang ditinggal mati suami, Istri yang ditinggal mati oleh suaminya yang diwajibkan untuknya hanya tempat tinggal. Adapun nafkah dan lain-lain dari uangnya sendiri yang akan didapatkan dari harta waris.
  3. Mabtutah (yang dithalaq Bain), jika dia sedang hamil wajib atas suaminya menanggung hal-hal yang ditanggung oleh suami atas istri seperti nafkah, pakaian dan lain-lain. Dan jika tidak hamil maka hanya wajib atas suami menyediakan tempat tinggal sampai selesai masa iddahnya.
Dimanakah Istri Tinggal selama Iddah
Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya, "Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka diizinkan keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang". (Q.S. Ath Thalaq: 1)

Wanita yang sedang menjalankan masa iddah tidak boleh keluar rumah, kecuali bagi istri yang tidak ditanggung nafkahnya oleh suami, boleh keluar rumah untuk mencari nafkah selama tidak ada yang dapat menggantikannya, untuk itu juga boleh keluar rumah pada tempat-tempat seperti dibawah ini :
  • Boleh keluar rumah tetangga, dengan syarat dia menginap tidak keluar rumahnya
  • Boleh keluar rumah jika di merasa terusik oleh tetangga
  • Boleh keluar jika dia takut dirinya akan diperkosa dan lain-lain
  • Boleh keluar jika rumahnya roboh.
Hukum iddah ini cukup lengkap semoga jadi tambahan referensi.
              
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - Lotek | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger