logo blog

Hukum Radla'

Radla' menurut arti bahasa nama bagi penyusu tetek dan meminum air susu, sedangkan menurut arti syar'i adalah sampainya air susu seorang wanita ke dalam perut anak kecil sengan syarat tertentu.
Hukum Radla'
Rasulullah bersabda di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim : "Menjadi haram dengan radla' sebagaimana haram dengan nasab". (H.R. Muttafaqun Alaih)

Dari hadist tersebut diambil hukum yaitu jika seorang anak meminum air susu seorang wanita, maka wanita itu menjadi ibu susuannya dan suaminya menjadi ayahnya dan menjadi mahram baginya, dan hal itu jika memenuhi syarat-syarat dibawah ini :
  1. Syarat-syarat Ibu yang Menyusui : a). Wanita itu sudah berumur lebih dari sembilan tahun taqribiyah(dengan hitungan tahun Hijriah).  b). Wanita itu ketika diambil air susunya dalamkeadaan bernyawa, lain halnya jika diambil sir susunya setelah wanita itu meninggal, maka tidak ditetapkan hukum radla' pada anak itu.
  2. Syarat-syarat anak yang menyusui,  a). Anak kecil itu belum berumur dua tahun, lain halnya jika anak tersebut sudah berumur 2 tahun maka tidak sitetapkan padanya hukum radla', berdasarkan hadist, yang artinya, "Maka tidak ada hukum radla; kecuali jika anak itu di bawah umur 2 tahun". (H.R. Muttafaqun Alaih).  b). Anak itu menyusui 5 kali susuan dari wanita tersebut secara terpisah.  c). Air susu tersebut harus sampai keperut si bayi walaupun setelah itu dimuntahkan, lain halnya jika tidak sampai keperut tidak tetap padanya hukum radla'.
Layak juga untuk mengunjungi tentang hukum-hukum yang berhubungan dengan wanita sebagai tambahan referensinya.

Hukum-hukum yang ditetapkan karena radla'
  1. Wanita yang menyusui dan suaminya menjadi mahramnya(ibu dan bapaknya sesusuan)
  2. Anak-anak dari wanita itu menjadi mahramnya(saudara saudarinya sesusuan). Tidak boleh dikawin olehnya
  3. Saudara dan saudari wanita itu menjadi mahramnya(menjadi paman dan bibi sesusuannya) . begitu pula saudara dan saudarinya suami wanita tersebut.
  4. Anak tersebut menjadi anak susuan bagi wanita tersebut begitu pula anak-anaknya menjadi mahram bagi keduanya.
Yang dimaksud mahram disini adalah didalam haram menikahi mereka, menyentuh mereka tidak membatalkan wudha, dan boleh melihat mereka, akan tetapi tidak ada hubungan dengan kewajiban nafkah dan mereka tidak saling mewarisi bukan seperti mahram dari nasab.

demikian Hukum Radla'(menyusui), semoga bermanfaat

Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger