logo blog

Hukum Ruju'

Asal dari hukum ruju' diambil dari firman Allah SWT yang artinya : "dari suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka(para suami) menghendaki ishlah". (Q.S. Al Baqarah : 228). 
Hukum Ruju'
Hukum Ruju' itu adalah mengembalikan seorang wanita kepada ikatan perkawinan semula selama didlam masa iddahnya yang bukan iddah thalaq bain, maka boleh bagi sang suami ruju' yang sudah dithalak tetapi bukan thalaq bain, dengan syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Sang istri sudah pernah disetubuhi, lain halnya jika menthalaq istri yang belum disetubuhi, maka tidak boleh ruju' akan tetapi jika ingin kembali kepadanya, maka harus dengan aqad nikah baru.
  2. Thalaq terhadap istrinya itu bukan thalaq khulu, jika thalaqnya menggunakan thalaq khulu' maka harus dengan aqad nikah baru jika ingin ruju'.
  3. Thalag terhadap istrinya bukan menggunakan thalaq tiga, jika thalaq tiga harus ada muhallil.
  4. Sang suami boleh ruju' selama masih dalam iddah, jika selesai iddah dan ingin kembali harus menggunakan aqad baru,
  5. Sang suami melakukan ruju' dengan kemauan sendiri, jika ada paksaan, maka hukumnya tidak sah.
  6. Suami yang melakukan ruju' adalah baligh dan aqil, juga sehat lahir dan bathinnya.
Lafadz-lafadz Ruju'
Ada dua macam lafadz ruju' :
1.  Lafadz Shoroh, ada tiga macam :
  • Aku kembali lagi kepadamu
  • Aku mengembalikan kepada pernikahanku
  • Aku memegangmu atas pernikahan
Jika lafadz -lafadz itu diucapkan, maka terjadilah ruju' (tidak perlu berniat)

Silahkan simak juga rincian tentang hukum-hukum yang berhubungan dengan wanita.

2.  Lafadz-lafadz Kinayah (yang bisa dipakai untuk ruju' dan lainnya), seperti, "aku mengawinimu dan lain sebagainya", maka sah ruju'nya jika ditambah dengan niat ruju'.
Lafadz diatas sah untuk ruju' jika memenuhi syarat ini :
  • menggunakan lafadz yang mengandung arti ruju', maka tidak sah jika dengan pekerjaan tanpa lafadz, seprti menciumnya dan lain sebagainya.
  • lafadz ruju' itu tidak digantungkan kepada sesuatu, maka tidak sah jika dia mengatakan, "Jika kamu masuk rumah maka aku ruju' kepadamu".
  • lafadz ruju' itu tidak ada batas waktu, maka tidak sah jika dia mengatakan, "Aku ruju' kamu selama sebulan".
Perlu diketahui bahwa hukum ruju' itu adalah hak suami, jika suami itu ruju' kepada istrinya maka dia kembali kepada ikatan perkawinan sang suami, baik istri itu setuju ataupun tidak.
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

Maaf, sekedar masukan. Ada baiknya kalau setiap istilah mendapat keterangan. Seperti kata iddah, talak dll. Maaf.

Balas

terimakasih masukkannya. sangat membantu untuk perbaikan.

salam sehat dan ceria selalu yea.

Balas

Alhamdulillah jadi nambah ilmu nambah pengetahuan,,,baru di blog ini saya lihat yang membahas soal Ruju,,Haturnuhun Kang parantos bebagi pengetahuan...

Balas

Ngiringan nongkrong dipojokan ah sembari baca-baca ilmu agama tentang hukum ruju, haturnuhun atas sharing ilmunya :)

Balas

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger