logo blog

Sejarah Tahun Hijriah

Sebagai muslim penting untuk mengetahui bulan-bulan Islam, bahkan bagi umat islam pengetahuan tentang Sejarah Tahun Hijriah ini wajib hukumnya kifayah, karena bila tidak ada orang yang mengetahui bulan-bulan Islam, maka akan runtuhlah sendi-sendi syariat Islam yang banyak didasarkan atas kalender Hijriah.
Pada kenyataannya saat ini banyak anak-anak muda yang tidak memahami dan mengetahui tentang kalender Islam karena pada kehidupan sehari-hari tidak pernah menggunakan kalender Hijriah, tanpa disadari kita semua telah terperangkap dalam kolonialisme kultural barat.
Awal perhitungan kalender Hijriah ini dimulai dengan hijrahnya rasulullah dari Makkah ke kota Madinah, oleh sebab itu tahun Hijriah memiliki makna ritual bagi umat muslim, seperti misalnya bulan puasa yang baru saja kita lewati, hari Arafah, hari Tasyrieq, Idul Fitri dan Iedul Adha, hari-hari tersebut adalah hari beribadah bagi umat Islam.
Anda tidak percaya dengan apa yang diceritakan diatas?....cobalah kita tanyakan pada anak muda bulan bulan Hijriah dalam satu tahunnya, sangat sedikit yang mengetahuinya.
Sejarah Tahun Hijriah

Mengingat pentingnya persoalan tersebut, Umar bin Khattab selaku Amirul Mukminin pernah memerintahkan untuk segera menyusun kalender Islam berdasarkan peredaran bulan mengelilingi matahari. Maka bertanyalah kaum muslimin kepada Rasulullah tentang hal ini, hingga turunlah ayat yang artinya :
"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit, katakanlah  (Muhammad) bulan sabit itu adalah (berfungsi untuk mengetahui) tanda-tanda waktu bagi manusia (bagi ibadah) haji" (QS. Al-Bawarah : 189).
Jawaban Rasulullah yang didasari wahyu itu menggambarkan bahwa terdapat hubungan antara perhitungan waktu dan pelaksanaan ibadah bagi umat Islam.
Kemudian Allah berfirman, yang artinya :
"Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNYA manzilah-manzilah(tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda(kebesaran)Nya kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang dicipytakan Allah di langit dan dibumi, benar-benar terdapat tanda-tanda(kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa". (QS. Yunus 10 : 5-6).

Khalifah Usman telah memrintahkan kepada Usmar pada tahun 16 H untuk menjadikan kedatangan Nabi ke Madinah sebagai patokan untuk menghitung kalender Islam. Berdasarkan firman Allah dalam QS. 2 : 189, QS. Yunus : 5 - 6 dan perintah khalifah Usman maka Amirul Mukminin Umar bin Khattab menetapkan perhitungan Tahun Hijriah berdasarkan peredaran bulan terhadap matahari dan hijrah berdasarkan peredaran bulan terhadap matahari dan hijrah nabi Muhammad ke Madinah sebagai patokan 1 Hijriah
Jumlah bulan sebagaimana yang telah ditentukan Al Quran sebagai berikut.
  1. Muharram
  2. Shofar
  3. Rabiul Awal
  4. Rabiul Tsani
  5. Jumadal Ula
  6. Jumadul Tsani
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulqa'dah
  12. Dzulhijjah.
Ketetapan didasari oleh firman Allah yang artinya, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah siwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram". (QS. at-Taubah 9 : 36).

Semoga anak-anak kita mengenal sejarah dan hapal nama-nama bulan Hijriah diatas tersebut.
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

baru tahu saya mas, bahkan saya sendiri kadang lupa urut-urutan tahun hijriyah ini :)

Balas

sama..saya juga...:p

makanya mulai sekarang kita make hijriah ajah yu

Balas

Bisa sambil ngingatlagi nih.

Salam

Balas

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger