Anakku, belahan jiwaku

Anakku, belahan jiwaku

Waktu berlalu tanpa pernah kita sadari
Namun pelukkan sayang Bapak tak pernah kehilangan arti
Dekapan hangat Bapak selalu menyertai
Do'a thulus Bapak melekat erat dalam ayunan langkah merajut mimpi.

Anakku, jendela sanubariku...
Perjuangan itu kini sudah dihadapan
Saatnya menjalani hidup dengan penuh kemandirian
Hadapi tantangan dengan senyuman
Sapa setiap kesulitan dengan keikhlasan
Raih bintang dengan penuh harapan

Anakku, lentera hidupku...
Hidup ini tidak terlalu mudah dijalani
Ada kesulitan yang akan memperkaya hati
Tapi...
Jadilah pemenang layaknya juara sejati
Dengan rendah hati dan luhur budi
Bertabur kasih bersulam pekerti.

Anakku, bintang harapanku...
Ayunkan langkah dengan riang hati
Gapai setiap mimpi yang ada di sanubari
Bentangkan asa agar menjadi nyata
Anakku, belahan jiwaku
Tuhanku, izinkan aku memohon...
Lindungi anakku dalam teduh karunia-Mu
Bimbing anakku disetiap persimpangan yang membuatnya bimbang
Beri kemuliaan budi agar membuatnya jadi berarti
Teteskan kebesaran jiwa agar membuatnya bermakna
Sentuh hatinya dengan semangat thulus untuk berbagi
Tanamkan keyakinan terhadap kebaikan
Penuhi tekadnya dengan kerja keras dan pantang menyerah
Teguhkan pribadinya agar tidak mudah goyah.
Tuhanku...
Terimakasih untuk karunia terindah ini
Terimakasih untuk anugrah tak ternilai ini
Anakku, belahan jiwaku

Share this:

Related Posts

Add your comment Hide comment

Disqus Comments