logo blog

STOP Pornografi

Pornografi adalah gambar, sketsa ilustrasi, foto, lukisan, suara bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan atau pertunjukkan dimuka umum yang memuat kecabulan atau ekspolitasi seksual yang melanggar norma-norma kesusilaan dalam masyarakat. di sebutkan dalam Undang-undang No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.
Media penyebaran pornografi bisa berupa:
  • Pertunjukkan langsung,
  • Televisi kabel,
  • Televisi terestorial,
  • Radio,
  • Telephon,
  • Internet, dan
  • Komunikasi elektronik lainnya 
  • Surat kabar,
  • Majalah, dan barang cetakan lainnya
Dampak yang dapat terjadi dari pornografi: 
  • Berpengaruh buruk terhadap moral dan kepribadian luhur seseorang atau bangsa
  • Mengancam tatanan kehidupan dan sosial masyarakat
  • Meningkatkan tindakan asusila dan pencabulan
Maksud pembuatan UU Pornografi:
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kepribadian yang bersumber pada ajaran agama,
  • Memberikan ketentuan yang sangat jelas tentang batasan dan larangan yang harus dipatuhi oleh seluruh warga negara dan menentukan sangsi bagipelenggarnya
  • Melindungi setiap warga negara, khususnya kaum perempuan, anak-anak, dan generasi muda dari pengaruh buruk dankorban pornografi
Tujuan di buatnya UU Pornografi:
  • Mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang ber=etika, berkepribadian, menjunjung tinggi nilai Ketuhanan yang Maha Esa,
  • Menghormati, melindungi dan melestarikan nilai seni dan budaya, adat istiadat dan ritual keagamaan mesyarakat Indonesia yang majemuk,
  • Memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat,
  • Memberikan kepastianhukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan kaum perempuan,
  • Mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.
Larangan dan Pembatasan yang di atur dalam UU Pornografi:
  • Memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar luaskan, menyiarkan, mengimport, mengeksport, menawarkan, memperjual belikan, menyewakan atau menyediakan pornografi,
  • Meminjam atau mengunduh pornografi
  • Memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan produk pornografi
  • Mendandani atau memfasilitasi pembuatan pornografi,
  • Sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi obyek atau model yang mengandung muatan pornografi,
  • Melibatkan anak dalam kegiatan dan atau sebagai obyek pornografi,
  • Mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalah gunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakanproduk dan layanan pornografi
Peranan Pemerintah dalam UU Pornografi
  1. Melakukan pencegahan pembuatan, dan penggunaan pornografi dengan melakukan pemutusan jaringan, dan pemblokiran produk melalui internet
  2. Melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi
  3. Mengembangkan sistem komunikasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi
Peranan Masyarakat dalam UU Pornografi
  1. Melaporkan pelanggaran UU Pornografi
  2. Melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan,
  3. Melakukan sosialisasi peraturan UU yang mengatur pornografi
  4. Melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak dari pornografi
ANCAMA HUKUMAN atas pelanggaran UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, dapat berupa hukuman penjara 6 bulan sampai dengan 15 tahun dan atau denda mulai dari 250 juta rupiah hingga 5 milyar rupiah.
masyarakat yang sebagai pelapor atas pelanggaran UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi ini berhak mendapatkan perlindungan.
Semoga dengan terus mensosialisasikan UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi ini kiranya dapat berguna bagi kita semua. untuk STOP PORNOGRAFI
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger