logo blog

NPWP adalah

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah kartu ID yang wajib dimiliki oleh setiap warga negara yang digunakan sebagai ID (identitas diri) wajib pajak sebagai alat yang digunakan sebagai sarana Administrasi perpajakan dalam rangka memenuhi hak dan kewajibannya dalam perpajakan negara.
Kartu NPWP memiliki fungsi, sebagai:
  • Kartu Tanda pengenal wajib pajak
  • Sarana Administrasi perpajakan
  • Karti indentitas yang harus dicantumkan dalam dokumen perpajakan
  • Menjaga ketertiban dan pengawasan perpajakan nasional.
NPWP adalah
Cara mendapatkan NPWP:
  1. Daftar ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) 
  2. Wajib mendaftarkan diri berlaku juga kepada wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah, sebab berdasarkan keputusan hakim.
  3. Wajib Pajak, orang secara pribadi, Pengusaha tertentu yang telah memiliki tempat usaha berbeda dengan tempat tinggal
  4. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjan bebas,
  5. Wajib Pajak orang  Pribadi lainnya yang memerlukan NPWP dapat mengajukan untuk medapatkan NPWP
Pendaftaran NPWP
Untuk mendapatkan NPWP, wajib pajak harus mengisi formulir pendaftaran dan menyampaikan secara langsung  atau melalui pos ke kantor Pelayanan Pajak (KPP) atay kantorpenyuluhan KP4 setempat dam melampirkan :
  • Untuk NPWP Pribadi, Non Usahawan : Foto Chopy, KTP bagi WNI,dan Paspor untuk WNA.
  • Untuk WP bagi pribadi Usahawan:
  1. Untuk NPWP Pribadi, Non Usahawan : Foto Chopy, KTP bagi WNI,dan Paspor untuk WNA
  2. Surat Keterangan Tempat Usaha dari Desa.
  • Untuk WP bagi pribadi Badan
  1. Untuk NPWP Pribadi, Non Usahawan : Foto Chopy, KTP bagi WNI,dan Paspor untuk WNA
  2. Surat Keterangan Tempat Usaha dari Desa.
  3. Surat Keterangan dari Tempat Kegitan Usaha dari Dinas/Instansi Kabupaten.
Sangsi yang berhubungan dengan NPWP
Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalah gunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, sehingga dapat merugikan Negara, dipidana penjara paling lama 6 tahun, denda paling tinggi 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar. Berdasarkan PER-31 Tahun 2009 Tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pemotongan, Penyetoran PPh Pasal 21 Pasal 20.
  1. Bagi penerima penghasilan yang PPh pasal 21 yang tidak memiliki NPWP dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif tinggi 20 persen daripada tarif yang di tetapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP.
  2. Jumlah PPh pasal 21 yang harus dipotong sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebesar 120 persen, dri jumlah PPh pasal 21
  3. Pemotongan PPh Pasal 21sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.
Demikian sekelumit NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), semoga sedikit menambah wawasan
Enter your email address to get update from LOTEK.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

nyantey aja ya

Copyright © 2009 - LOTEK | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger